Bersiap menghadapi pasar bebas ASEAN (MEA)

CIREBON-Menghadapi pasar bebas Asean pada 2015 Usaha Kecil Menengah (UKM) di Cirebon harus segera menyiapkan diri. Persiapan UKM yang harus disiapkan salah satunya adalah dengan inovasi produk dan pemasaran. Hal itulah yang menjadi kesimpulan dalam Regional Focus Group Discussion yang digelar oleh Fakultas Pertanian Unswagati dan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia dengan Kementrian Perdagangan di aula Grawidyasabha Unswagati Selasa siang (30/12). Dalam acara tersebut nampak hadir Wakil Rektor I DR. Alfandi, Dekan Pertanian Ir. I Ketut Sukanata, MM. Sedangkan dari Kementrian Perdagangan hadir Kasubag Hubungan Antarlembaga Muhammad Amin. Selain itu, pertemuan juga dihadiri oleh puluhan pengusaha pribumi dari berbagai kota di Jawa Barat. Dalam sambutannya DR Alfandi mengatakan, demi mempersiapkan masyarakat ekonomi Asean, pemerintah harus lebih memperhatikan usaha kecil menengah. Proteksi yang bisa diberikan bisa dengan kemudahan pinjaman perbankan, ato bisa juga dengan memberikan infrastruktur yang menunjang para UMK, ujar DR Alfandi. Sementara itu, I Ketut Sukanata mengatakan pihaknya selaku akademisi siap untuk mendampingi para pelaku UKM dalam menghadapi masyarakat ekonomi Asean. Karena tambah Ketut, dalam masyarakat ekonomi Asean, para pelaku UKM harus bersaing dengan produk produk dari negara Asean lainnya. Tetapi Ketut menyayangkan dalam acara ini tidak dihadiri oleh seorang pun perwakilan dari Dinas Perdagangan dan Koperasi Kota Cirebon. Kegiatan ini kan sangat strategis untuk merumuskan langkah kesiapan para UKM ke depan. Tetapi pihak pemerintah dalam hal ini dinas perdagangan dan koperasi seperti tidak peduli, gerutu Ketut.